Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi

Berita

BBPLK Bekasi Menjawab Tantangan-tantangan Perubahan

BBPLK Bekasi Menjawab Tantangan-tantangan Perubahan

Senin, 25 Februari 2019 by Administrator

Secara menyeluruh,  ada 8 tahap Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBKpada 2019). Pada pembukaan kali ini, siswa-siwa yang datang berasal  dari 27 daerah di Seluruh Indonesia. Daerah-dareah tersebut adalah Singkawang, Semarang, Medan, Batam, Balikpapan, Malang, Bima, Madiun, Kebumen, Kampar, Kuansing, Inhil, Payakumbuh, Baturaja, Poso, Deli Serdang, Aceh Tengah, dan Toli-Toli, Sika, Posi, Pasaman, Pematang Siantar, Ombana, Bengkulu Utara, dan Tapanuli Utara. Ini dari Sabang sampai Merauke.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pengambangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi Helmiaty Basri, S.Sos, MAP saat memberikan pidato sambutannya pada pembukaan PBK Tahap II BBPLK Bekasi 2019, Senin (25/2). Turut hadir dalam acara tersebut Kadisnaker dan perwakilan-perwakilan dari Kabupaten Toli-Toli, Kuansing, Kampar, Madiun, Poso, Medan, Kebumen, Singkawang, dan Takengon.

Dalam menyikapi keberagaman asal daerah siswa ini, Ibu Basri meminta para siswa PBK merasa sebagai satu keluarga, tidak membawa suku dan golongan masing-masing. Siswa dapat menggunakan semua fasilitas pelatihan, namun tetap mengikuti peraturan yang ada. Ini bisa menjadi bekal para peserta pelatihan ketika terjun di dunia industri. “Kalianlah harapan kita semua saat ini. Kalian harus semangat merubah diri kalian. Datang jauh-jauh dari daerah untuk merubah hidup. Bukan hanya untuk sekedar melihat Jakarta, Bekasi. Kalau ada yang seperti itu pulang saja dari sekarang”, tegasnya.

Ibu Basri mengatakan bahwa saat ini semua sudah berubah. Nokia karena tidak melakukan inovasi, mereka sekarang mengalami kemunduran dan mengurangi pekerjanya. “Kalau kita tidak berubah, kita akan tertinggal. Kita akan jadi penonton di negara kita. Untuk itulah BBPLK hadir menjawab tantangan-tantangan itu”, ungkapnya.

Ibu Basri menegaskan bahwa para siswa pelatihan adalah harapan bangsa. Generasi millenial yang akan merubah Indonesia menjadi negara kuat terutama di Asia Tenggara. “Jadi mulai sekarang siapkan diri kalian masing-masing. Punya tekad akan menjadi yang terbaik di daerah masing-masing. Jangan pulang dari sini malah santai-santai”, sarannya.

Sampai saat ini masih banyak keluhan di Industri mengenai sikap siswa lulusan BLK yang masi kurang termotivasi dan inisiatif dalam bekerja. Sebelum masuk ke materi teknis, akan dilatih Softskill dahulu. Ibu Basri mencontohkan di beberapa industri yang memberlakukan Surat Peringatan (SP) bagi yang tidak masuk tanpa alasan yang jelas. Akibat dari SP ini adalah bisa dihentikan kapan saja. “Kalian harus bisa menunjukkan jati diri kalian bahwa kalian adalah harapan Indonesia. Kalian harus menghantarkan negara ini menjadi negara yang hebat. Makanya harus punya motivasi dalam diri, siapun kita”, sarannya.

Ibu Basri menceritakan tentang Jack Ma, dengan Ali Baba, perusahaan yang sedang booming di seluruh dunia. Pegawainya 60% tidak tamat sekolah. Yang mereka miliki adalah skill dan kompetensi.  Jack Ma hanya membutuhkan tiga hal di perusahaannya. Orang rajin, setia, dan inovatif. Buat apa sekolah tinggi kalau dia malas, tidak setia. Ini menjadi tantangan bagi kita.

Ibu Basri juga meminta dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kita jangan hanya jadi penonton di tengah serbuan maraknya tenaga kerja asing. Karenanya, Ibu Basri berharap agar para peserta PBK BBPLK Bekasi dapat merubah Indonesia lebih baik dari saat ini. Tidak lagi jadi penonton di daerah sendiri. “Sebentar lagi dokter, pengacara asing, boleh praktik di sini. Semua orang asing boleh bekerja di Indonesia. Kita kalau tidak punya skill, hanya akan jadi penonton. Kalian semua yang di sini beruntung mengikuti pelatihan di sini. Keluar dari sini menjadi pekerja dengan skill yang kompeten dan diterima bekerja di tempat yang kalian inginkan selama ini”, tandasnya mengingatkan.

Ibu Basri mengungkapkan bahwa kita butuh 4 tahun untuk kuliah.  Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga tidak bisa belajar hanya  yang dia mau. Masih ada pelajaran-pelajaran yang tidak sesuai dengan minat dan keahliannya. Tapi di sini mereka dilatih selama tiga bulan, dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore dengan hanya mempelajari yang sesuai dengan minat dan keahlian. “Jadi gunakan kesempatan waktu tiga bulan di sini betul-betul melatih dan mengasah diri kalian. Supaya begitu keluar diuji siapapun kalian bisa” tegasnya menyarankan.

Ibu Basri meminta agar sepulang dari pelatihan di BBPLK Bekasi, sertifikat pelatihan dan sertifikat Uji Kompetensi yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik mungkin. “Sertifikat Uji Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) diakui di seluruh Indonesia”, ucapnya menjelaskan.

Kedepan, tambah Ibu Basri, pelatihan akan ada grade-nya. Begitu dapat sertifikat dari BNSP akan setara dengan Diploma III.  Balai Besar yang akan jadi pelopornya karena nanti ke depan Balai Besar tidak akan melatih yang dasar-dasar saja, tapi level yang lebih tinggi. Pelatihan dasar nanti ada di daerah-daerah. “Nanti akan ada seleksi khusus kalau itu diberlakukan. Sekarang sedang digodog di kementerian. Hingga nantinya orang-orang lulusan sini bisa diadu dengan para pekerja asing” paparnya.

Sebanyak 800 siswa PBK dengan 352 siswa untuk PBK Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), 32 siswa untuk PBK Kejuruan Refrigerasi, 64 siswa untuk PBK Kejuruan Pariwisata, dan 352 siswa untuk PBK Kejuruan Elektronika. Kejuruan TIK dengan pelatihan Pemasangan Jaringan Komputer, Perakitan Komputer, Movie Animator, Warehouse Development Programme, Design Graphics, Motion Graphic Arts, Mobile Programming, IT Software Solution For Bussiness, dan Pemrograman Web. Kejuruan Refrigerasi dengan pelatihan Teknisi Pendingin AC Split. Kejuruan Pariwisata dengan pelatihan Barista, Penyiapan Produk Roti dan Pattisserie, Penyediaan Layanan Makanan dan Minuman, Penyiapan Kamar Untuk Tamu.

Kejuruan Elektronika dengan pelatihan Operator Insrument dan Kontrol, Teknisi Audio Video, Teknisi Instalasi Satelit (V Sat), Operator Otomasi Elektronika Industri, Teknisi Telepon Seluler, Teknisi Fiber Optik, Operator Insert Mesin SMT, Teknisi Pemeliharaan Otomasi Elektronika Industri (Maintenance Industri 4.0), Operator Insrument dan Kontrol, dan Operator Otomasi Elektronika Industri (sm).

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi

Alamat : Jalan Guntur Raya No.1, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

Telp : (021) 884 1147

Facebook

Profil BBPLK Bekasi

Social Links

Statistik Pengunjung