Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi

Berita

Kepala BBPLK Bekasi, Herman :Di Tahun 2020 Kami Telah latih 10.990 orang dan 9.924 tersertifikasi

Kepala BBPLK Bekasi, Herman :Di Tahun 2020 Kami Telah latih 10.990 orang dan 9.924 tersertifikasi

Senin, 18 Januari 2021 by Administrator

Makassar-Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi Herman didampingi Kabid Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Bekasi sebagai moderator, ia berksesempatan menyampaikan materi Evaluasi Kegiatan BBPLK Bekasi dan sekaligus starategi penyelenggaraan kegiatan untuk TA 2021 di hari kedua (15/01/21) pelaksanaan  Rakornis 2021 kali ini. Untuk pelaporan kegiatan 2020, pria yang sudah setahun lebih menjabat sebagai kepala BBPLK Bekasi tersebut memaparkan bahwa lembaga Pelatihan yang ia nahkodai ini selama TA 2020 telah melakukan pelatihan kepada 10.990  orang. Angka tersebut tersebar di beberapa tempat Pelatihan Binaan BBPLK Bekasi. Diantaranya untuk PBK UPTP BLK 2.080 orang.PBK BLK UPTD Jawa Barat 992 orang tersebar di beberapa kabupatendan Kota, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kab. Karawang,Kab. Bekasi. untuk PBK BLK UPTD Kalimantan Selatan 1.952 orang terbagi di beberapa daerah, Kab. Banjar Baru, Rantau Tapin, Palaihari Tanah Laut, Kota Baru, Kab. Tanjung Tabalong, LLK UKM Amuntai, Kab. Balangan, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin. selanjutnya Di Provinsi Bengkulu 1.760 orang. Pelatihannya berada di UPTD PK Bengkulu, Kepahiang, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Kab. Muko-muko serta BLK Kab. Seluma. selain itu ada 78 BLK Komunitas yang juga tersebar di banyak wilayah dengan jumlah 2.496 orang." selama 2020 BBPLK Bekasi telah melakukan pelatihan sebanyak 10.990 orang dan sebanyak 9.924 orang telah tersertifikasi BNSP" terang pria dengan perangai sejuk ini kepada peserta Rakornis 2021.

 

Selain Melakukan Pelatihan dan memastikan siswa-siswi pelatihan mengantongi Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Serifikasi Profesi (BNSP). BBPLK Bekasi juga bertanggung jawab akan penempatan alumni. Penempatan alumni yang dimaksud tidak hanya memastikan lulusan pelatihan terserap oleh dunia industri. lulusan yang mampu mandiri atau berwirausaha juga termasuk bagian dari penempatan."jadi kami mohon alumni peserta pelatihan di BLK bapak-bapak sekalian disampaikan kepada kami, karena mereka terhitung sebagai alumni BBPLK Bekasi juga. Penempatan tidak harus di industri, berdikari mandiri atau usaha juga termasuk" Tegas nya kepada para hadirin.

 

Terkait perihal penempatan ini BBPLK Bekasi miliki kiat-kiat dan strateginya terutama penempatan di dunia industri. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Adenin, Kasi Pemberdayaan BBPLK Bekasi yang saat ini juga sebagai tenaga funsional untuk Pengantar Kerja. langkah strategis itu diantaranya : kerjasama mengikat melalui MoU dengan dunia Industri. berikutnya melakukan kunjungan ke dunia industri sebagai media promosi alumni pelatihan baik secara on line maupun off line. ketiga, melakukan Forum Group Discussion dengan Forum komunikasi lembaga pelatihan dengan industri (FKLPI), Permintaan tenaga kerja dari dunia industri. penyebaran informasi ke steakholder ketenagakerjaan melalui web official, media sosial dan platform SICAKEP (kepunyaan BBPLK Bekasi) dan terkahir yang dilakukan terkait penempatan oleh BBPLK Bekasi adalah Bergabung dengan Grup HRD Manager di Kawasan MM200 dan Kawasan EJIP.

 

Kebijakan terkait data Penempatan alumni pelatihan pada lembaga-lembaga Pelatihan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan RI baik BBPLK, UPTP, BLK UPTD dan BLK Komunitas. Saat ini Kemnaker RI telah mempunyai Sistem Ketenagakerjaan "SISNAKER". Sistem digital ini sudah berjalan sejak 2019. sudah banyak yang mengakses dan memanfaatkannya. Bahkan penggunanya naik tajam hampir 3000% di tahun 2020 saat pandemi Covid19 merebak. Platform ini miliki banyak fungsi, salah satunya pendataan data penempatan alumni pelatihan. Pada Pelaksanaan Rakornis UPTD & BLK Komunitas Binaan BBPLK Bekasi Tahun 2021 mengundang Sangkan Subagiyo dari Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang mafhum disebut Barenbang. lembaga ini yang memegang penuh kendali SISNAKER. Sangkan menuturkan bahwa melalui SISNAKER Dirjen Binalattas Kemneaker RI luncurkan kegiatan Survey Kebekerjaan . Alumni pelatihan diharuskan mengikuti survey ini. Setelah mengisi data pelatihan selanjutnya peserta harus menjawab pertanyaan terkait kepuasaan saat melakukan pelatihan. Bagaimana sarana dan prasarana pelatihan. Pelayanan pelatihan baik dari instruktur ataupun managemen tempat pelatihan. Langkah berikutnya alumni pelatihan diwajibkan melaporkan kondisinya apakah sudah bekerja atau belum pada satu bulan pertama setelah lulus pelatihan. Kemudian melaporkan kembali untuk 3 bulan dan 6 bulan setelah dinyatakan selesai mengikuti pelatihan. "jadi ibu bapak sekalian bisa memantau para alumni apakah sudah bekerja atau belum di dashboard bapak ibu. dan para peserta dan alumni pelatihan akan menerima intensif sebesar 500 ribu bila telah selesai mengikuti survey tersebut”. papar Subagio kepada peserta rakornis.

 

Pelaksanaan Kegiatan Rakornis UPTD & BLK Komunitas Binaan BBPLK Bekasi 2021 di Hotel Four Points Kota Makassar di hari kedua diawali dengan penyampaian materi perencanaan dan pelaksanaan program pelatihan TA 2021 oleh Emilia Soraya, Kasi Evaluasi dan Pelaporan BBPLK Bekasi. Materi lanjutan diampuh oleh Kabid Program & Evaluasi BBPLK Bekasi, Yudi Hermawan. Pria kelahiran Magelang ini memaparkan terkait evaluasi dan harmonisasi UJK TA 2020-2021 serta matriks dan rencana pelaksanaan PBK UPTD & BLK Komunitas 2 secara singkat namun padat kepada para peserta. Untuk PBK TA 2021,tiap daerah baik UPTP, UPTD dan BLK Komunitas berbeda jumlah paket pelatihannya, untuk UPTP 133 paket, UPTD Wilayah Jawa Barat 62 paket, Wilayah Kalsel sejumlah 122 paket, Provinsi Bengkulu sebanyak 110 paket dan untuk PBK BLK Komunitas 156 paket pelatihan.

 

Selama seharian dimulai pukul 08.00 waktu Makassar, peserta Rakornis disuguhkan berbagai macam materi hingga penutupan sekira menjelang waktu maghrib. Penutupan Kegiatan Rakornis 2021 langsung dilakukan oleh Kepala BBPLK Bekasi, Herman. Dengan ketukan tiga kali melalui pengeras suara maka kegiatan ini resmi ditutup. Dua materi terakhir disajikan sebelum penutupan, pertama terkait pengelolaan keuangan dan Anggaran dana APBN. Sesi ini langsung disampaikan Dodo Setiadi, Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI dan dimoderatori oleh Fadhilah Hakim, Kasi Penyelenggaran BBPLK Bekasi. Karena berhalangan hadir, ia menyampaikannya melalui daring langsung dari kantor Kemnaker RI Jakarta. Untuk sesi paling akhir adalah materi perihal Kebijakan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas diantaranya membahas Profil ketenagakerjaan Umum Indonesia Tahun 2020, Dampak Covid19 terhadap penduduk usia kerja, otomasi dan masa depan ketenagakerjaan di Indonesia. Keunggulan pelatihan vokasi serta kebijakan tripple  skilling pelatihan vokasi. Materi ini juga disampaikan secara daring langsung dari kantor Kemnaker RI, Jakart

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi

Alamat : Jalan Guntur Raya No.1, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

Telp : (021) 884 1147

Facebook

Profil BBPLK Bekasi

Social Links

Statistik Pengunjung